Pages

Charlie and the Chocolate Factory

Willy Wonka & the Chocolate Factory adalah film tahun 1971 yang dibintangi Gene Wilder sebagai Willy Wonka. Film ini dibuat berdasarkan buku cerita anak terbitan tahun 1964Charlie and the Chocolate Factory karya Roald Dahl. Sewaktu baru diputar film ini menerima pujian dari kritikus film, namun ternyata tidak berhasil menjadi film laris. Walaupun demikian, film ini nantinya menjadi film klasik yang disukai keluarga.
Pada tahun 2005, film ini dibuat ulang oleh sutradara Tim Burton dengan judul Charlie and the Chocolate FactoryJohnny Depp berperan sebagai Willy Wonka dan Freddie Highmore sebagai Charlie Bucket.

Cokelat Terbesar di Dunia

Cokelat Terbesar di Dunia. Ini adalah impian para pecinta coklat. sebuah perusahaan di Armenia, Grand Candy meluncurkan batang coklat terbesar di dunia. Coklat raksasa ini tebalnya 10-inch, berbobot 9.720 pound, panjang 18,4 kaki dan lebar 9-kaki.

Perwakilan dari Guinness World Records mengukur coklat raksasa dan memberikan sebuah dokumen untuk sertifikasi pengelola perusahaan sebagai pemegang rekor Cokelat Terbesar Didunia terbaru.




5 Museum terUnik di Dunia

Museum sebagai tempat untuk menyimpan benda-benda peninggalan sejarah dan artefak yang bernilai tinggi. Namun, ada beberapa museum juga yang mengoleksi benda-benda yang tak umum, unik, dan aneh.


                                      1. Museum Shinyokohama Raumen, Yokohama, Jepang


Mie raumen atau ramen telah menjadi makanan pokok di Jepang. Versi instan mi ramen diperkenalkan pada tahun 1958. Sejak saat itu, popularitasnya meledak dan kini memiliki 200 ribu restoran ramen.

ika Anda penggemar mi ramen, silakan berkunjung ke Jepang. Di negeri sakura itu, akan menyaksikan berbagai macam variasi hidangan mi ramen. Museum berlantai tiga ini dibuka Senin hingga Jumat pada pukul 11.00 sampai dengan 23.00 waktu setempat. Dan juga hari Sabtu hingga Minggu pukul 10.30 sampai 23.00. Tiket masuknya sekitar 3 dolar Amerika Serikat atau Rp27 ribu untuk dewasa dan 1 dolar Amerika serikat untuk anak-anak di bawah usia 13 tahun.

2. Museum Toliet, New Delhi, India

Apakah Anda tahu artefak toilet dari tahun 2500 sebelum masehi? Jika belum, berkunjunglah ke museum Toilet di New Delhi, India. Museum ini dicetuskan Dr Bindershwar Pathak.

Ada berbagai peninggalan primitif dari evolusi toilet di seluruh dunia. Satu di antaranya replika kloset milik Raja Louis XVIII dari Perancis. Museum buka pada Senin hingga Sabtu pada pukul 10.00 sampai 17.00 waktu setempat. Anda berminat? Silakan berkunjung tanpa biaya masuk.

3. Museum of Bad Art, Dedham, Massachusets

Karya-karya seni berupa lukisan yang ada di setiap museum identik dengan keindahan. Tapi bagaimana bila yang dipajang di museum ialah karya yang gagal atau buruk. Ketika Anda berkunjung ke museum ini, banyak lusinan karya lukis yang gagal.

Hampir 400 buah lukisan yang dikoleksi di museum ini. Jika Anda ingin penasaran, silakan berkunjung ke Massachusets, Amerika Serikat.

4. Museum Sewer, Paris

Paris mengembangkan sistem pembuangan pertamanya sekitar tahun 1200 Masehi. Saat itu, Raja Philippe Auguste menyatakan bahwa semua jalan harus diaspal dengan saluran di sepanjang bagian tengah untuk limbah. Kini, beberapa bagian dari sistem pembuangan sepanjang 1.300 mil ini terorganisir dengan baik dan Anda dapat berjalan kaki untuk menjelajahi terowongannya.

Museum Sewer buka setiap hari mulai pukul 11.00 hingga 17.00 waktu setempat, kecuali Kamis dan Jumat. Tiket masuknya sekitar 5 dolar Amerika Serikat atau Rp46 ribu.

5. Museum Rambut Leila, Missouri, Amerika Serikat
Museum rambut Leila mempunyai banyak koleksi hiasan rambur dari tahun 1800-an. Museum Leila memiliki 159 rangkaian bunga dan lebih dari 2.000 buah perhiasan dengan rambut menghiasi di dalamnya. Mantan penata rambut Leila Cohoon-lah yang mulai mencetuskan museum ini.

Cohoon menghabiskan separuh hidupnya bekerja dengan rambut. Ia menemukan gairah ketika membeli berbagai hiasan rambut di sebuah toko antik. Cohoon mulai mengumpulkan seni rambut pada tahun 1949 sebagai hobi. Ia kemudian membuka museum rambut pada tahun 1990 di Missouri, Amerika Serikat.

Museum Leila buka dari Selasa hingga Sabtu mulai pukul 09.00 sampai 17.00 waktu setempat. Harga tiket untuk dewasa 5 dolar Amerika Serikat atau sekitar Rp46 ribu dan anak-anak di bawah usia 12 tahun sebesar 2,5 dolar Amerika Serikat atau sekitar Rp. 23 ribu.


7 Film Horor Terbaik Sepanjang Masa

1. Haute Tension

Ini mungkin salah satu film slasher masa kini terbaik yg pernah saya tonton, yg anehnya berasal dari…Perancis? Alexander Aja adalah sutradara film horror era 2000-an favorit saya dan dia udah berhasil ngembaliin film slasher ke tempat yg seharusnya. Film ini punya cerita yg kuat, digarap dengan jenius dan ending yg bakal bikin kamu berkata, "What the fuck???!". Hehehe. Penuh adegan gore keren yg nggak mengganggu kekuatan cerita film ini sama sekali. Adegan gore-nya cuman ornamen. Menurut saya film ini terlalu jenius untuk dijadiin film slasher :D

2. Death Proof

Berada dalam 1 paket dengan Planet Terror [Robert Rodriguez] yg kocak, komikal sekaligus berlebihan menurut saya. Planet Terror itu film yg mempresentasikan film2 kelas-B tahun 80-an dengan keterlaluan. Semuanya terlalu dibuat-buat, dan cameo-nya kebanyakan. Tapi atmosfer yg dibangun Q.T dalam Death Proof sangat berhasil. Inti film ini dimulai dari 30 menit terakhir, jadi bersabarlah selama 45 menit pertama ngeliat kelakuan dan bacotan geng cewek2 yg super nggak penting danbikin ngantuk itu. Kelebihan film ini: sinematografi yg ngaco tapi tetep keren, aktris ceweknya stuntwoman beneran dan oh…Q.T telah membawakan kita Kurt Russel kembali!

3. Bad Taste

Mungkin Braindead adalah favorit semua orang. Tapi film ini jadi favorit saya pastinya! Ide cerita yg super aneh, adegan-adegan sadis yg trashy berat, gory, urakan, ugal-ugalan, lucu dan tenang saja…jagoannya masih bermodalkan gergaji mesin untuk melawan para alien pemakan daging yg ber'selera buruk' itu! Yeah

4. Pet Sematary

Bukan salah tulis, emang begitu judulnya. Diangkat dari novel Stephen King, film ini menghadirkan zombie dalam bentuk balita, dan sialnya… nyeremin banget! Dibumbui olehcerita supranatural versi Indian, S.T emang paling ngerti gimana caranya bikin orang ketakutan lewat atmosfir yg creepy dan nuansa film ini kerasa banget Amerika 80-an. I love it!

5. Darkness Falls

Fuck! Film ini ngebawain lagi masa-masa waktu kita berumur sekitar 5 atau 6 tahun, sendirian di tempat tidur waktu malam hari dengan kamar yg gelap dan bayangan yg kalo dalem imajinasi kita sih keliatan kayak monster, mendadak ada suara-suara nggak diinginkan yg kita khayalin sendiri dan apa itu di kolong tempat tidur…???? Whoa. Kurang lebih gitu deh ygsaya rasain waktu nonton film ini. Mitos-mitos mengerikan yg kita takuti waktu kecil, semacam itu. Kalo di film ini, mitos yg diangkat adalah 'tooth fairy' alias peri gigi yg neror anak-anak kecil yg baru kehilangan gigi terakhirnya. Wujud peri giginya emang asli nakutin, untuk jaman segitu mah udah lumayan canggih lah. Serem nih peri giginya, dan juga filmnya. Still campy and highly entertaining. Cocok buat ditontonsama geng kamu waktu liburan!

6. Mother of Tears

Seri terakhir dari trilogi Three Mothers [sebelumnya ada masterpiece: Suspiria dan Inferno]. Film ini mungkin nggak lebih bagus dari dua film sebelumnya, tapi seenggaknya film ini adalah comeback-nya D.A yg buatsaya sih masih tetep thrillin'! 15 menit pertama aja saya udah disuguhin sama adegan sadis yg saya sendiri nggak sanggup nontonnya, itu belum adegan2 yg mengikuti kemudian. Still gory, still nasty in an arty way. Jalan ceritanya yg lemah udah nggaksaya peduliin. Pokoknya mah, serem lah nih film! Bonus: Asia Argento telanjang di film ini.

7. Feast

Film horror komedi yg paling berhasil bikin saya jatuh cinta. Dimulai dari adegan awal di bar yg juga merupakan perkenalan tokoh-tokohnya, saya tau film ini bakal keren. Akting para pemainnya yg harus saya akui keren mampus, puluhan adegan gore yg manteb, monster2 yg nggak jelas tapi sangat kelaparan dan meyakinkan, dan tentu aja: LUCU. Apalagi kalo inget dialog: Yes dear, we'll leave as soon as mommy is done with her "meeting".

7 Girl Group Terpopuler Di Korea


#1 SNSD

Udah pada nebak 'kan? Kalo yang satu ini, siapa sih yang nggak kenal? Video klip mereka, "Gee" hingga saat ini telah mencapa sebanyak hampir 40 juta hit di youtube! Waauw! SNSD yang merupakan kependekan dari kata So Nyuh Shi Dae atau sering juga disebut Girls Generation ini memang fenomenal, kemampuan menyanyi dan menari mereka mampu menyuburkan hadirnya para SONE (sebutan fans SNSD) di seluruh dunia. Di indonesia sendiri, pernah diadakan flash-mob di bandung beberapa waktu lalu oleh para SONE Indonesia. Mereka melakukan itu karena ingin SNSD bisa hadir di Indonesia.

#2 2ne1

2ne1...ehem.. gimana bacanya hayooo...? 2ne1 bisa dibaca "to anyone" dan bisa juga "twenty one" Dengan aliran hip-hopnya, group ini termasuk jajaran paling atas industri musik korea. Mereka terkenal dengan gaya berpakaian unik dan berani beda.

#3 4minute

Group ini baru berdiri pada tahun 2009. Namun namanya segera mencuat setelah dirilisnya album mini mereka bertajuk "Hot Muzik". Pada agustus 2007 KBS pernah melarang diputarnya salah satu lagu milik mereka, Won't Give karena isinya yang dinilai terlalu vulgar dalam mengumbar hal seksual. Namun Cube entertainment membantahnya dengan mengatakan bahwa isi lagu itu tak lebih dari pengungkapan perasaan yang tulus seorang wanita kepada pria.

#4 Wonder Girls

Single mereka "Nobody" meluncurkan nama group ini ke papan atas selebriti korea. Bahkan single tersebut mampu menembus pasar Amerika! MTV juga memproduksi serial tentang mereka berjudul MTV Wonder Girls yang berlangsung hingga 4 season. Group ini bisa dibilang kenyang sama yang namanya Award. Pada tahun 2008 tak kurang dari 10 Award dilibas sama mereka.

#5 Kara

Group ini memenangkan cukup banyak penghargaan dari korea hingga jepang. Berdiri sejak Maret 2007, Kara termasuk salah satu group yang sukses mendapat dukungan kuat dari para fansnya dan meneguhkan posisi mereka sebagai selebriti papan atas korea sekaligus jepang. Terakhir, mereka mendapatkan penghargaan terhormat, Content Industry Award dari kementrian kebudayaan dan pariwisata korea.

#6 f(x)



Group ini beranggotakan 5 personil yaitu Victoria, Amber, Luna, Sulli dan Krystal. Single perdananya "La Cha Ta"  mendapat sambutan cukup hangat. Semenjak tahun 2009 hingga sekarang 2011, mereka secara rutin mengeluarkan album setiap tahun. Albumnya yang terakhir, "Pinnochio" baru saja dirilis dalam format digital. Selain dibidang musik, mereka juga beberapa kali mendapatkan Award karena pilihan style busananya yang modis.

#7 T-ara

Group yang saat ini dipimpin oleh Boram sempat dikritis negatif karena aksi lypsinc serta penampilannya yang mirip anak smp. Padahal ketika itu rata-rata usia personilnya di angka 19 tahun. Mengesampingkan kritis negatif kepada mereka, group ini memenangkan Best New Artist Award pada 19th Seoul Music Awards pada tahun 2010.

Sejarah Coklat Monggo


Sejarah Monggo

37

Pembuat Cokelat Pertama di Yogyakarta

Petualangan berawal di Yogyakarta pada tahun 2001, seorang pria berumur 35 tahun asal Belgia datang ke Indonesia tanpa sebuah perencanaan. Kecewa dengan kurangnya kualitas cokelat yang tersedia di toko - toko di Indonesia sebagai negara ketiga terbesar penghasil kakao, pria Belgia tersebut memutuskan untuk membuat beberapa produk cokelat cita rasa Belgia sendiri dengan sumber daya yang terbatas.
Cokelat “truffle” yang dihasilkan pertama kali diberikan kepada teman - teman Indonesianya dan secara langsung membuat teman - teman Indonesia tersebut merasakan nikmatnya coklat tersebut. “Anda harus membuatnya lagi!” kata mereka.
Kemudian pria itu membuat cokelat lebih banyak lagi dengan mengendarai Vespa tua berwarna pink, yang disulap menjadi sebuah tempat berjualan. Setiap Minggu pagi pria ini berjualan di daerah UGM dan di daerah luar Gereja Kota Baru. Tujuannya hanya untuk kesenangan serta mencari minat dan reaksi dari masyarakat, bukan semata – mata untuk mencari keuntungan. Hal tersebut sangat menarik dan menjadikan pria itu sebagai Pembuat cokelat pertama di Yogyakarta.

39Untuk mewujudkan impiannya, maka pria tersebut menggabungkan sumber daya yang terbatas dengan modal yang ada. Ide pertama muncul untuk membuat sebuah toko, namun hal itu gagal dan tidak di lanjutkan.

Namun demikian, pria tersebut tetap melanjutkan rencananya, dengan pembukaan sebuah perusahaan Anugerah Mulia, pada tahun 2005.

Perusahaan tersebut memiliki tim kecil yang penuh kreasi dan akhirnya meluncurkan produknya yang pertama dengan nama Cacaomania yang berupa cokelat praline yang ditujukan bagi kawula muda. Nama tersebut akhirnya ditinggalkan karena nama tersebut terlalu umum dan mereka membutuhkan nama yang khusus untuk dapat diluncurkan di pasaran.
 
40

Lahirnya Cokelat Monggo

Sejarah dari pemilihan kata “Monggo” berawal dari suatu sore yang panas di Yogyakarta. Tim Anugerah Mulia berkumpul untuk mencari inspirasi, yaitu Edo sebagai direktur, Burhan sebagi staf kreatif, dan Thierry sebagai pembuat cokelat.

Mereka berusaha menemukan nama untuk cokelat tersebut yang memiliki tipikal khas Yogyakarta. Nama tersebut harus mudah di dengar, mudah diingat dan unik. Suatu kata dalam bahasa Jawa... Beberapa istilah muncul dalam diskusinya dan tiba tiba salah seorang dari mereka mengucapkan “Monggo”…Yes! Yes! Eureka!

Monggo adalah sebuah kata dalam bahasa Jawa yang berarti “silahkan” yang selalu digunakan oleh orang – orang Yogya sambil mengacungkan ibu jari, ataupun ketika kita lewat di depan orang, serta pada saat kita mengundang orang masuk ke rumah atau meninggalkan rumah seseorang.

Namun demikian banyak orang menggunakan kata “Monggo” dan juga orang yang bukan berasal dari Yogya. Nama tersebut sangat menggambarkan budaya Jawa, kota Yogyakarta, serta nama yang tepat untuk cokelat kami.

Monggo Hari Ini

Sejak kami memulainya tahun 2005, Cokelat Monggo sekarang telah berkembang dengan hampir 100 staf yang bekerja di kantor  kami di Yogyakarta dan Jakarta dan di pabrik kami. Produksi utama dilakukan di pabrik kami di Kotagede,Yogyakarta, di mana ditangan kami kelezatan diciptakan.

Kami kemudian mendistribusikan ke kota-kota di seluruh Jawa dan Bali dan berencana untuk memperluas ke pulau-pulau lain di seluruh Indonesia dalam waktu tidak terlalu lama. Kami terus bekerja untuk mengembangkan produk – produk kami dengan menghargai yang ditawarkan Indonesia untuk kami. Pada akhirnya kami berharap dapat memperkenalkan cokelat khas Indonesia kami di luar negeri.


MAGNUM CAFE



Tiupan terompet yang membahana kencang menandai pembukaan Magnum Cafe yang terletak di Grand Indonesia West Mall Lantai 5 tadi sore, Kamis (24/2).
Saya bersama khalayak penonton yang hadir (sekitar 100-an orang) terdiri dari unsur media dan blogger sontak bertepuk tangan riuh setelah terompet yang ditiup seseorang berkostum ala Bangsawan aristokrat “Victorian” itu mengoyak keheningan.
Disaat yang sama dibagikan masing-masing pada tiap orang, satu buah es krim Magnum untuk dinikmati secara bersama-sama. Dan begitulah, secara serentak, sesuai aba-aba sang pembawa acara, kami semua mengiggit es krim Magnum sembari membunyikan suara “crack!” sesaat setelah gigi kami menggigit es krim lezat berlapis coklat Belgia ini di bagian luarnya tersebut. Wah, luar biasa sensasinya. Ini sebuah model pembukaan Cafe yang unik dan langka.
Saya hadir dalam perhelatan ini sebagai salah satu dari 10 blogger terpilih IDBlognetwork. untuk datang kemudian meliput sekaligus menyajikan tulisan liputannya di Blog. Setelah melakukan registrasi saya lalu menyapa rekan-rekan blogger yang saya kenal seperti Isnuansa, Ollie dan Eka, juga tim IDBlognetwork seperti Mas Kukuh TW, mbak Mubarika, mas Farid dan mas Radityo. Sebelum masuk ke lokasi acara, kami diminta berfoto dulu di “Wall of Fame”-nya Magnum Cafe dan fotonya bisa langsung jadi dicetak lalu diambil setelah itu.
Tiga Narasumber mengisi sebuah talkshow singkat membahas tentang keberadaan Cafe Magnum yang ternyata dari hanya membutuhkan waktu satu bulan lamanya untuk dibangun. Ketiganya masing-masing adalah Meila Putri Handayani, Senior Brand Manager Magnum, Chef Magnum Cafe asal Italia Aldo Volpi dan si Jelita Marissa Nasution yang menjadi Brand Ambassador Magnum.






Magnum Cafe ini dibuka sebagai sebentuk jawaban bagi masyarakat atas antusiasme mereka menyambut kehadiran es krim Magnum yang fenomenal. Diharapkan, keberadaan cafe ini akan menjadi trend baru dimasa depan apalagi Cafe Magnum menjadi pertama dan satu-satunya Cafe Magnum di dunia. Ini sebuah kebanggaan tersendiri, “kata Ibu Meilia dengan mata berbinar.



Ia kemudian melanjutkan,”Cafe ini menyediakan menu yang bervariasi sesuai selera anda, yang elegan dan membumi serta tentu saja kreasi es krim yang “dikolaborasikan” secara unik dengan  jenis makanan lainnya akan menghasilkan kelezatan mendalam serta berkesan. Walau buka hanya 3 bulan saja (hingga bulan Mei 2011), kami mengharapkan kehadiran cafe ini mendapatkan tempat dihati masyarakat”
Dalam kaitan pembukaan Magnum Cafe ini, juga diselenggarakan beragam kompetisi seru, seperti video competition berhadiah voucher belanja senilai Rp 10 juta dan special shopping spree bersama Brand Ambassador Magnum Marissa Nasution hingga kompetisi konsep pesta “Crack Your Royal Party with Magnum”yang mewujudkan pesta impian sang pemenang. Tidak hanya itu pihak media pun dilibatkan dalam kompetisi “Journalist Feature Writing Contest” yang berhadiah tiket liburan ke Bali untuk 2 pemenang. Informasi mengenai lomba ini bisa dilihat pada Fan Page Facebook MyMagnum ID atau situs resminya. Hingga bulan Mei nanti, Magnum Cafe juga akan mengadakan beragam aktifitas sebagai ajang sosialisasi seperti , Beauty Class, Chef Class, Fashion Event, Live Accoustic Band, Family/Kids Promo dan lain-lain. Disediakan pula Photo Booth bagi anda yang ingin mengabadikan momen berpose ala bangsawan kerajaan.
Di kesempatan yang sama Marissa Nasution seorang model, peragawati, VJ MTV, pemain film, dan presenter yang juga adalah “Duta Magnum” menyatakan kegembiraan dan kebanggaannya menjadi “Brand Ambassador” es krim bercita rasa tinggi tersebut. “Es Krim Magnum identik dengan pribadi elegan, optimis dan penuh inspirasi. Saya bangga menyandang kepercayaan sebagai Duta Magnum yang juga merupakan perwujudan dari kepribadian saya tersebut,”ujar perempuan berdarah Batak – Jerman dan tahun lalu dinobatkan sebagai salah satu dari 100 wanita terseksi di dunia.
Perempuan kelahiran 8 Februari 1986 ini juga mengungkapkan,”Eksistensi Magnum Cafe dapat menjadi wahana “sweet escape” dari rutinitas hidup yang melelahkan serta membosankan dan sekaligus cafe ini memberikan penghargaan spesial bagi para pribadi dinamis”.
Setelah itu giliran sang chef asal Italia, Aldo Volpi yang menceritakan menu-menu sajian andalan di Magnum Cafe. Dengan bahasa Inggris yang fasih, ia menguraikan hasil olahannya seperti MAGNUM WAFFLE : Waffle De Aristocrat, CREME DE LA CREME (Dessert) : Goblet of Chocolate, Razzle Dazzle, Crown Jewel, NOBLE NIBLE (small bites), Pas De Trois, A Knight Tale, Court Jester, The Emperor, Commander’s Fried Rice, Royal Kingdom, Royal Feast (Main Course). Untuk minumannya Aldo bersama timnya di Magnum Cafe menyiapkan MAGNUM SIGNATURE, Summer Tango, Magnum Shake, Truffle Royale, dll.
“Bahan yang dipakai untuk membuat dan meracik menu-menu tersebut berasal dari bahan-bahan berkualitas. Terutama coklat Belgianya yang memiliki cita rasa istimewa dan menyajikan sensasi bagi yang mencicipinya hingga potongan terakhir,”kata Chef Aldo yang pernah menghabiskan waktu 5 tahun mengelola restoran paling sukses di Miami Beach Florida, Amerika Serikat, yang disebut Paparazzi.
Hadirin kemudian dipersilahkan memasuki Cafe yang sesungguhnya baru akan dibuka untuk umum pada Hari Minggu (27/2) nanti. Interior cafe memiliki desain yang menarik dan menawan. Di bagian depan terletak sebuah kereta kerajaan serta sebuah patung kuda. Meja dan kursi pun tertata rapi. Pada beberapa tempat diletakkan kembang beraneka warna menambah semarak suasana dan terlihat asri. Yang menarik pula ada kursi yang mirip es krim Magnum dengan posisi stick es krim berada dibagian atas.
Kami lalu menyaksikan kepiawaian Chef Aldo meracik menu makanan andalan di Cafe ini secara cepat dan terampil. Simaklah foto-foto gaya sang Chef memamerkan kemampuannya meramu berbagai bahan menjadi hidangan yang lezat untuk para pengunjung di Magnum Cafe. Tangannya bergerak lincah berpindah dari satu tempat ke tempat yang lain.
Sajian makanan istimewa yang dipersembahkan langsung oleh Chef Aldo tentu saja bisa langsung dicicipi oleh hadirin yang hadir dalam acara tersebut. Saya sendiri sempat mencoba Crown Jewel, dan rasanya memang sungguh nikmat.
 Interior